Sandiaga Rencanakan Integrasi Satu Kartu

Kemampuan calon anggota legislatif (calon legislatif) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mestinya didukung. Diperlukan media buat membuat senator yg miliki kapabilitas menguasai dalam soal komunikasi dengan DPR.

Baca Juga: arti Integritas

Hal semacam itu diungkapkan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Implementasi Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng. “Kita tak dapat berkesimpulan lantaran calon legislatif DPD eks sekda (sekretaris daerah) , gubernur, lantas dapat dengan ringan bangun komunikasi politik dengan DPR, ” kata Robert dalam Focus Kelompok Discussion (FGD) Nada Inovasi serta Beritasatu Wadah Holdings bertema “Pesta Demokrasi Jadi Kesempatan baik Penguatan Keperluan Daerah” di Beritasatu Plaza, Jakarta, Senin (18/3/2019) .

Artikel Terkait: laporan perubahan ekuitas

“Justru DPR diperlukan, buat arah DPR punyai partai, karena itu DPD mesti punyai wadah kaderisasi, kawah candradimuka untuk mereka-mereka yg pengin calonkan atau dipilih di DPR, kelak digodok di wadah itu, ” kata Robert.

Sejauh ini, menurut Robert, kerja anggota DPD dipilih berkesan pribadi. Kerapkali senator-senator mencari format kerja sendiri. Terus, dikehendaki tiap-tiap anggota DPD itu berjibaku memperjuangkan kewenangan dengan politisi DPR yg miliki jam terbang tinggi atau mempunyai pengalaman.

Oleh karena itu, Robert menjelaskan, kemampuan politik anggota DPD mesti menguasai. “Selama ini lantaran mungkin perwakilan di isi oleh eks petinggi di daerah, yg mungkin kuat di daerah namun gak mengerti politik di Jakarta, ” ujar Robert.

Advertisements

Dibutuhkan Sarana Menciptakan Senator yang Mumpuni

Industri 4. 0 disinyalir dengan meningkatnya konektivitas, hubungan serta bertambah konvergensinya batas pada manusia, mesin, serta sumber daya yang lain lewat technologi kabar serta komunikasi.

Revolusi itu adalah suatu lompatan besar di bagian industri dengan penggunaan technologi kabar serta komunikasi semuanya bukan hanya dalam proses produksi, namun ikut di semuanya rantai nilai buat capai efisiensi yg setinggi-tingginya buat melahirkan mode usaha yg baru serta berbasiskan digital.

Baca Juga: arti Implikasi

“Untuk ambil langkah kesana, bagian industri nasional butuh banyak pembenahan terlebih dalam faktor menguasai technologi sebagai kunci khusus penentu daya saing di jaman Industri 4. 0 serta tentulah konektivitas berubah menjadi backbone digital infrastruktur seperti Palapa Ring yg udah berikan penguatan konektivitas digital terutama jaringan 4G, ” ujar Airlangga.

Artikel Terkait: Integrasi Nasional

Making Indonesia 4. 0 memajukan Indonesia buat capai 10 besar ekonomi di tahun 2030, kembalikan net ekspor ke kira-kira 10 prosen, menambah produktivitas kerja kedua kalinya lipat, serta alokasi 2% dari PDB buat kesibukan R&D technologi serta perubahan.

Usaha ini berkesempatan menambah 1-2 prosen perkembangan ekonomi serta penyerapan penambahan lebih dari 10 juta tenaga kerja dan penambahan peran industri manufaktur pada perekonomian.

“Di jaman Industri 4. 0, Indonesia butuh 17 juta tenaga kerja melek digital, dengan konstruksi 30 prosen di industri manufaktur serta 70 prosen di industri penyokong yg kedepannya bakal memajukan penambahan ekonomi sebesar USD150 Miliar, ” ujarnya.

Langkah awal pelibatan technologi dalam ekonomi Indonesia udah melahirkan empat Unicorn, atau perusahaan startup dengan nilai valuasi capai USD1 Miliar, ialah GoJek, Traveloka, Tokopedia serta Bukalapak.

Kemenperin Dorong Tumbuhnya Pusat Inovasi

Kementerian Perindustrian selalu menggerakkan perubahan jadi komponen utama dari Revolusi Industri 4. 0. Usaha itu adalah implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4. 0 hingga Indonesia siap menjajaki industri digital baik dari sisi infrastruktur atau Sumber Daya Manusia (SDM) .

“Salah satu prioritas peta jalan Making Indonesia 4. 0 yaitu penambahan alokasi biaya untuk kesibukan research and development (R&D) technologi serta perubahan. Ini yaitu lompatan besar serta usaha giat yang butuh mendapat dukungan segala pemangku kebutuhan, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto waktu resmikan Future Digital Lab di Institut Technologi Bandung (ITB) , Senin (18/3) .

Baca Juga: arti regulasi

Lab peningkatan ekonomi digital ‘IoT Innovation & Future Digital Economy Lab’ itu diprakarsai Indosat Ooredoo Business.

Artikel Terkait: arti konsolidasi

Future Digital Economy Lab dikehendaki bisa membuahkan gagasan perubahan, rekomendasi rancangan produk serta pemecahan untuk menjawab beberapa kasus IoT yang bisa di kembangkan dalam taraf industri untuk beraneka keperluan baik itu peningkatan produk, pelayanan, manufaktur, marketing, dan sebagainya.

“Dahulu di jaman globalisasi sebagai kunci yaitu bahasa Inggris, saat ini di jaman digitalisasi kuncinya yaitu koding serta statistik data. Kalaupun menempatkan itu apa pun jurusan sekolahnya, karena itu kita akan siap di jaman digital, ” katanya.

Guru Masih Banyak Gaptek

Baru 40 persen dari jumlah total guru di Indonesia yang melek teknologi dan bisa mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi informasi komunikasi (TIK).

Data itu bersumber dari Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom RI) yang melakukan survei kepada guru pendidikan pada tahun 2018.

Baca Juga: cara menggabungkan file PDF menjadi satu

“Ya betul yang siap sekitar 40 persen guru menggunakan TIK di kelas masing-masing. Jika guru di Indonesia sekitar tiga juta guru, artinya baru sekitar 1,2 juta yang siap, sisanya sekitar 1,8 jutanya belum siap Tik,” kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Gatot Suharwoto, PhD, di sela acara Rapat Koordinasi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (Rakornas TIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019, Selasa (19/3/2019).

Artikel Terkait: struktur teks biografi

Dia mengurai, ada beberapa hal penyebabnya namun bisa dikerucutkan menjadi tiga faktor.

Pertama, Gatot Suharwoto berujar, itu karena guru-guru kompetensinya rendah di dunia TIK.

“Kita sadari 30 persen guru yang ada di Indonesia sudah di atas 45 tahun dan sudah mau pensiun dan kompetensi TIK belum full menguasai,” tandasnya.

Kedua, hal itu dikarenakan konten teknologi pendidikan masih minim.

“Tak lama, Menkominfo melakukan survei dari sejuta konten yang beredar di dunia maya di Indonesia itu baru 200 ribu yang mendidik. Selebihnya sebanyak 800 konten masih negatif dan tidak mendidik. Sehingga guru sulit untuk mengambil sampel atau bahan yang mendidik,” tandasnya.

Ketiga, perlu adanya fasilitas dan infrastruktur yang memadai di daerah-daerah.

Karena itu Pustekom juga ikut memberikan fasilitas TIK kepada sekolah-sekolah, agar infrastrukturnya terpenuhi minimal PPBD online dan UNBK.

Google Mudahkan Anak-anak Belajar Bahasa Inggris

Terpenting tidak sich kita belajar Bahasa Inggris? Apa yang butuh dipelajari dalam segi belajar Bahasa Inggris?

Perlu untuk diketahui jika Bahasa Inggris sudah dipakai lebih dari 1/3 masyarakat di bumi bahkan juga jadikan menjadi bahasa internasional.

Baca Juga: syafakallah

So, untuk kamu yang belumlah fasih kuasai Bahasa Inggris, janganlah parno dahulu ya. Baca artikel di bawah ini sebab membahas beberapa segi terpenting belajar Bahasa Inggris untuk dipelajari. Cek it out!

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

Kenal Utamanya Belajar Bahasa Inggris
Dengar arti yang terkait dengan ‘Bahasa Inggris’ kadang membuat kita parno duluan serta ujung-ujungnya pilih zone aman.

Artikel Terkait: barakallah fii umrik  artinya

Walau sebenarnya, di masa revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, tidak disangkal kembali deh jika Bahasa Inggris terpenting sekali untuk kita tekuni serta kuasai. Why?

Fakta pentingnya sebab tidak hanya jadi bahasa internasional, Bahasa Inggris membuat kamu lebih gampang menyesuaikan dengan dunia global, seperti di lingkungan pendidikan, pekerjaan, bahkan juga jadi pintu gerbang tingkatkan perebutan ilmu dan pengetahuan serta tehnologi.

Belajar Bahasa Inggris 02 – Finansialku

Beberapa penduduk kita, memandang jika belajar Bahasa Inggris itu sulit. Sulit diingat, sulit disampaikan, serta sulit dipahami.

Walau sebenarnya jika kamu miliki motivasi tinggi serta punya niat untuk mempelajarinya, ada banyak hal yang dapat dikerjakan agar proses belajar Bahasa Inggris dapat lebih efisien.

Oiya, coba untuk berfikir luas dalam makna belajar Bahasa Inggris bukan sekedar dapat dikerjakan di sekolah saja lho.

Kamu dapat manfaatkan lembaga-lembaga non resmi, seperti pelatihan bahasa, atau bahkan juga dikerjakan dengan mandiri atau otodidak untuk tingkatkan kemampuanmu dalam kuasai bahasa itu.

Gratis Unduh E book Rencana Keuangan untuk Usia 20 an
E book Rencana Keuangan untuk Umur 20 an Perencana Keuangan Berdiri sendiri Finansialku

Panduan Mengawali Belajar Bahasa Inggris Berdasar pada Motivasi
Saat menulis artikel ini, sebetulnya saya seperti tuangkan pengalaman pribadi.

To be honest ya, yang terpikirkan waktu itu saat punya niat untuk pelajari Bahasa Inggris ialah,

“Saya mesti belajar dari tempat mana? Grammar kah? Atau Tenses kah? Atau apakah sich yang memang terpenting serta tentu dipakai dalam dunia kerja?”

Terkadang, karena sangat pusingnya tidak tahu mesti belajar dari tempat mana, yang ada justru mengurungkan kemauan deh.

Nah keadaan ini nih yang salah kaprah, sebab pada intinya untuk menjawab beberapa hal yang jadi pertanyaan di pikiran kita, semestinya kenali dahulu arah penting belajar Bahasa Inggris sebab tiap-tiap motivasi mempunyai “treatment” yang berlainan.

Berikut beberapa motivasi yang melatarbelakangi seorang pelajari Bahasa Inggris, dikutip dari Educenter.id (Jumat, 1/3/2019).

#1 Keperluan Non Resmi
Belajar Bahasa Inggris untuk keperluan non resmi umumnya dibutuhkan oleh mereka yang ingin traveling ke beberapa negara berbahasa Inggris atau aspek pasangan hidup yang beda kewarganegaraan.

Aspek Belajar Bahasa Inggris yang PENTING Dipelajari

Penting enggak sih kita belajar Bahasa Inggris? Apa saja yang perlu dipelajari dalam aspek belajar Bahasa Inggris?

Perlu diketahui bahwa Bahasa Inggris telah digunakan lebih dari 1/3 penduduk di bumi bahkan dijadikan sebagai bahasa internasional.

So, buat kamu yang belum fasih menguasai Bahasa Inggris, jangan parno dulu ya. Simak artikel berikut ini karena mengulas berbagai aspek penting belajar Bahasa Inggris untuk dipelajari. Check it out!

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

Mengenal Pentingnya Belajar Bahasa Inggris
Mendengar istilah yang berkaitan dengan ‘Bahasa Inggris’ terkadang bikin kita parno duluan dan ujung-ujungnya memilih zona aman.

Baca Juga: tanggal dalam bahasa inggris

Padahal, di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, enggak dipungkiri lagi deh bahwa Bahasa Inggris penting banget untuk kita pelajari dan kuasai. Why?

Artikel Terkait: pangkat polisi dari terendah sampai tertinggi

Alasan utamanya karena selain menjadi bahasa internasional, Bahasa Inggris membuat kamu lebih mudah beradaptasi dengan dunia global, seperti di lingkungan pendidikan, pekerjaan, bahkan jadi pintu gerbang meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Belajar Bahasa Inggris 02 – Finansialku

Sebagian masyarakat kita, menganggap bahwa belajar Bahasa Inggris itu susah. Susah diingat, susah diucapkan, dan susah dimengerti.

Padahal kalau kamu punya motivasi tinggi dan berniat untuk mempelajarinya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya proses belajar Bahasa Inggris bisa lebih efektif.

Oiya, coba untuk berpikir luas dalam arti belajar Bahasa Inggris tidak hanya bisa dilakukan di sekolah aja lho.

Kamu bisa memanfaatkan lembaga-lembaga non formal, seperti kursus bahasa, atau bahkan dilakukan secara mandiri atau otodidak untuk meningkatkan kemampuanmu dalam menguasai bahasa tersebut.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an
Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Tips Memulai Belajar Bahasa Inggris Berdasarkan Motivasi
Ketika menulis artikel ini, sebenarnya saya seperti menuangkan pengalaman pribadi.

To be honest ya, yang terpikirkan saat itu ketika berniat untuk mempelajari Bahasa Inggris adalah,

“Saya harus belajar dari mana? Grammar kah? Atau Tenses kah? Atau apa sih yang memang penting dan pasti digunakan di dunia kerja?”

Kadang, saking pusingnya enggak tahu harus belajar dari mana, yang ada malah mengurungkan niat deh.

Nah kondisi ini nih yang salah kaprah, karena pada dasarnya untuk menjawab hal-hal yang jadi pertanyaan di benak kita, sebaiknya ketahui dulu tujuan utama belajar Bahasa Inggris karena setiap motivasi memiliki “treatment” yang berbeda.

Mahasiswa ITS Presentasi Penelitian Terumbu Karang

Pembuangan air bahang dari aktivitas industri ke daerah pesisir pantai berkontribusi dalam kenaikan suhu air di pesisir yang bisa merusak terumbu karang. Berangkat dari hal tersebut, Dr Dra Dian Saptarini MSc meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi untuk pengendalian pencemaran panas.

Penelitian untuk disertasi tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS, Senin (11/3/2019).

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki garis pantai yang sangat panjang dan dihuni beraneka ragam kehidupan biota laut, salah satunya karang.

Dalam disertasinya tersebut, perempuan yang kerap disapa Dian ini menjelaskan bahwa karang menurut kemampuan memproduksi kapur dibedakan menjadi dua, yaitu karang hermatipik dan karang ahermatipik.

Diterangkan Dian, karang hermatipik ialah karang yang mampu membentuk bangunan karang atau terumbu, sedangkan karang ahermatipik tidak mampu membentuk terumbu. “Dalam persebarannya, karang hermatipik tumbuh di daerah tropis, sedangkan karang ahermatipik tersebar di seluruh dunia,” papar Dian.

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS
Kementerian PUPR Tawarkan Percepatan Sertifikasi Tenaga Ahli
Indonesia secara geografis berada di daerah yang beriklim tropis, ungkap Dian, sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berupa terumbu karang yang melimpah di daerah pesisir.

Namun aktivitas pembuangan air pendingin mesin (air bahang) oleh industri berdampak pada kenaikan suhu perairan pesisir.

Air bahang ialah air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin yang dibuang kembali ke laut. Pembuangan air bahang selain dari industri, juga berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kebutuhan energi yang tinggi menyebabkan pembangunan PLTU yang masif di Indonesia. “Dewasa ini, Indonesia sudah memiliki sekitar 37 PLTU, dan ada kemungkinan untuk bertambah,” ujar perempuan yang juga dosen Biologi ITS ini.

Menurut kajian-kajian sebelumnya, lanjut Dian, karang sangat sensitif pada perubahan suhu. “Oleh karenanya, saya ingin meneliti terumbu karang sebagai parameter biologi kerusakan lingkungan, sehingga bisa dihasilkan pendekatan yang mengintegrasikan pengaruh peningkatan suhu dan kerusakan karang dalam tahapan manajemen pembuangan air bahang di pesisir,” terang perempuan yang juga koordinator program ITS Smart Eco Campus ini.

Menurut Dian, karang bisa dianalogikan sebagai hutan hujan tropisnya laut atau _sea forest_. Peran dari karang bagi bumi sama seperti peran hutan hujan tropis, yaitu mereduksi emisi karbon.

Selain itu, karang menjadi tempat tinggal dan tempat berkembangbiaknya biota laut. Namun, pembuangan air bahang dari industri ke laut telah merusak karang, sehingga mengalami _coral bleaching_ atau pemutihan karang.

_Coral bleaching_ adalah proses menghilangnya warna karang menjadi putih yang diakibatkan oleh degradasi populasi zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang. Degradasi ini menyebabkan karang menjadi mati dan fungsinya dalam mereduksi emisi karbon, dan tempat tinggal serta berkembang biak biota laut menjadi hilang.

Dari penelitiannya tersebut, Dian menemukan adanya perbedaan bentuk karang yang berada di daerah yang mengalami kenaikan suhu dan tidak. “Karang yang berada di daerah yang mengalami kenaikan suhu akibat air bahang berkarakteristik seperti batu, sedangkan karang yang berada di perairan yang ideal memiliki karakteristik bercabang-cabang,” ungkapnya.

 

Hasil Penelitian Terbaru Dari LIPI

Peneliti pusat penelitian biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kartika Dewi mengatakan tidak ada yang mustahil bagi perempuan untuk menggapai cita-citanya.

“Perempuan meskipun memiliki banyak tantangan, tetapi tidak mustahil mencapai apa yang dia inginkan,” ujar Kartika dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: gambar mitokondria

Tantangan yang dihadapi peneliti perempuan banyak terjadi ketika sudah menikah dan punya anak, kata dia, yang mana perempuan harus membagi waktunya antara penelitian dan keluarga.

Artikel Terkait: adaptasi morfologi

Ia bahkan mengakui pada saat anak sakit ataupun rewel pada malam hari, kemudian paginya harus berangkat ke kantor menjadi tantangan sendiri.

“Di kantor berkutat dengan jurnal-jurnal, susah sekali karena matanya mengantuk,” cetus dia.

Kartika yang mengalami polio pada usia tiga tahun itu mengaku berterimakasih kepada LIPI yang telah memberikannya kesempatan menjadi peneliti. Meskipun ia saat ini untuk berjalan pun harus menggunakan tongkat.

Kartika Dewi merupakan peneliti bidang zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI. Bergabung sebagai peneliti sejak 2005, fokus penelitian Kartika adalah nematoda parasit pada hewan liar di Indonesia.

Kartika meraih gelar doktor bidang Veterinary Science, Rakuno Gakuen University di Jepang. Salah satu penelitiannya yakni nematoda parasit pada jenis-jenis katak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Contoh Peribahasa Tentang Politik

Indonesia pernah menggelar Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Ad Hoc di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2001-2005. Pengadilan itu mengadili kasus pelanggaran HAM berat Timor Timur dan Tanjung Priok.

Adapun Pengadilan HAM Makassar pernah menangani kasus pelanggaran HAM di Abepura, Papua. Namun sekarang tidak terdengar lagi kabar tentang penanganan kasus di Pengadilan HAM.

Sesuai dengan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, terdapat empat wilayah hukum Pengadilan HAM di Indonesia, yakni Jakarta Pusat, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Namun, sangat disayangkan, kasus-kasus pelanggaran HAM berat sebelum dan sesudah berlakunya undang-undang itu tak ada lagi yang dilimpahkan ke Pengadilan HAM. Padahal cukup banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

Mengapa begitu krusialnya kasus-kasus pelanggaran HAM berat ini diungkap dan dituntaskan oleh pemerintah dari waktu ke waktu? Mungkin karena kasus itu melibatkan banyak pihak, termasuk aparat keamanan di lapangan, hingga bisa menyeret tanggung jawab komandan (militer atau kepolisian) atau atasan sipil (gubernur hingga presiden) serta tokoh masyarakat.

Baca Juga: peribahasa dan artinya

Jika itu alasannya, tidak ada alasan bagi presiden mendatang untuk tidak menuntaskan setiap pelanggaran HAM. Janganlah kasus-kasus HAM ini dianaktirikan dibanding kasus korupsi, teroris, dan narkoba.

Artikel Terkait: pasar persaingan tidak sempurna

Tanggung jawab negara dan pemerintah dipertaruhkan di sini. Inilah risiko suatu negara hukum. Negara harus mampu mengatasi dan menyelesaikan setiap permasalahan hukum, bukan membuat kasusnya berlarut-larut, sehingga masyarakat tidak lagi mempertanyakan penyelesaian kasus tersebut.

Yang juga menjadi pertanyaan krusial adalah mengapa Undang-Undang Pengadilan HAM masih dipertahankan jika memang tidak dapat digunakan lagi. Padahal pengaturan tentang hak asasi sudah begitu lengkap sebagai pengejawantahan konstitusi.

Ada Kementerian Hukum dan HAM, ada Undang-Undang Hak Asasi Manusia, dan ada Undang-Undang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, yang bertugas sebagai penyelidik kasus-kasus pelanggaran HAM. Namun regulasi tersebut sebatas retorika.

Sebab, fungsi kewenangan itu tidak pernah dapat direalisasi untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM lewat jalur hukum.

Komnas HAM Surati Presiden soal Mandeknya Penanganan Berkas Perkara HAM di Kejagung

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) menyurati Presiden Joko Widodo terkait mandeknya penanganan berkas perkara dugaan pelanggaran berat HAM di Kejaksaan Agung.

Baca Juga: contoh kasus pelanggaran HAM

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, surat yang dikirim sekitar sepekan lalu itu meminta Presiden memberikan atensi khusus terhadap tujuh berkas yang tak ada kemajuan di Kejagung.

Artikel Terkait: bentuk interaksi sosial

“Kemudian karena kami merasa harus ada percepatan, kami inisiatif mengirim surat pada presiden,” kata Beka saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (19/2019).

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah mengembalikan sembilan berkas perkara HAM pada tanggal 27 November 2018 kepada Komnas HAM.

Komnas HAM Kirim Balik 7 Berkas Perkara Pelanggaran Berat HAM ke Kejagung Namun, nyatanya, tujuh dari sembilan berkas itu tak ada kemajuan apa pun dari hasil penyelidikan Kejagung.

Dalam surat kepada Presiden, Komnas HAM mengingatkan perihal tujuh berkas perkara HAM yang masih berstatus penyelidikan. Poin kedua yang disampaikan adalah meminta Presiden memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus tersebut.

Berikutnya, Komnas HAM juga mengingatkan presiden soal dua poin dalam rekomendasi Komnas HAM terkait penyelesaian pelanggaran HAM di Indonesia.

Dua rekomendasi yang dimaksud adalah agar Presiden menggunakan kewenangannya atas Jaksa Agung serta kewenangan presiden membuat payung hukum jika ingin menempuh penyelesaian non-yudisial.

Penuntasan Kasus Pelanggaran Berat HAM Tunggu Kemauan Politik Presiden “Itu isinya ada 2. Komnas minta presiden dengan kewenangannya meminta Jaksa Agung untuk mempercepat penyelidikan dan penyidikan.

Kedua, mempunyai alternatif non-yudisial, kalau memang mau ditempuh non-yudisial, presiden bisa menerbitkan Perppu,” jelas dia.